|
Fakta Unik Tentang Tubuh
Fakta Unik Tentang Tubuh
Banyak hal-hal unik dari tubuh kita yang belum kita ketahui. Makanya itu, seringkali kita nggak bisa memelihara dan mengontrolnya. Waktu lapar, tahu-tahu aja tangan kita gemetar. Atau waktu ketemu gebetan, kecepatan detak jantung mendadak seperti laju ferrari. Apa yang harus kita lakukan untuk mengatasi itu? Seringnya pasti bibiarkan saja. Nah, ini nih beberapa fakta unik tentang tubuh buat mengatasi hal-hal tersebut, juga untuk memlihara tubuh.
Es dan Sakit Gigi Gigi sakit bikin seluruh rahang kita nyeri. Males banget deh kalau disuruh buka-buka mulut, bahkan untuk mengobatinya sekalipun. Es bisa jadi penolong nih, Kanca muda. Gosokkan saja es ke bagian V antara telunjuk dan jempol. Lho kok? Iya, menurut penelitian di Kanada, alur saraf bagian tersebut menstimulasi daerah otak dan mencegah sinyal rasa sakit ke wajah dan tangan. Rasa sakit biasanya akan berkurang hingga 50%.
Pendengaran Supersonik Menghadapi diskusi dengan orang-orang supercerewet atau mendengarkan guru dengan penjelasan super cepat. Whups, tenang yang harusnya kamu lakukan adalah mencondongkan badan dan telinga kananmu. Peneliti dari UCLA David Geffen School of Medicine mengklaim telinga kanan lebih baik dari telinga kiri dalam mengikuti obrolan ritme yang cepat. Kalau telinga kiri, paling baik untuk memilah nada musik. Jadi kalau berbagi headset untuk mendengarkan musik, kamu pilih yang sebelah kiri saja.
Garuk telinga Jika Tenggorokan Gatal Hmm..ehem..Hmm..berdehem memang mengurangi tenggorokan gatal. Tapi biasanya masih aja gatal. Kalau begitu, garuklah dengan tanganmu. Bukan tenggorokannya yang digaruk, tapi telinga. "Jika saraf dekat telinga distimulasi, bisa menciptakan reflek di tenggorokan yang mampu menghasilkan kejang otot " kata Scott Schaffer, M.D., presiden dari pusat spesialis THT di Gibbsboro, New Jersey. "Kejang ini bisa menghilangkan rasa gatal."
Kendalikan Degup Kencan Pertama First date kudu tampil perfect. Tapi gimana kalau jantung nggak mau kompromi, deg-degan terus sampai nggak konsen dan salting. Untuk mengendalikannya, tiup jempolmu. Syaraf vagus, yang bertugas untuk mengendalikan detak jantung, bisa dikontrol melalui nafas, membuat detak jantung normal lagi. Ini hasil penelitian dari Ben Abo, emergency medical services specialist di University of Pittsburgh.
Belajar Dulu Baru Tidur Kanca muda suka belajar malam hari waktu besoknya ujian, atau dini harinya? Hmm, buat yang punya kebiasaan belajar dini hari, mendingan ganti pilihan. Pasalnya Candi Heimgartner, instruktur ilmu biologi di University of Idah mengatakan bahwa kebanyakan konsolidasi memori terjadi selama tidur, apapun yang and abaca sebelum tidur kebanyakan di encode. Nah, belajar malam hari kemudian tidur cukup, ujian bisa jadi lebih sukses.
|