|
Kreatif Nggak Harus Talkative
Juara Berkat Ungkap Kata Lewat Gambar
Bicara nggak aktif bukan berarti nggak kreatif. Bisa aja kan orang pendiam itu gara-gara kebanyakan imajinasi kreatif di pikirannya, sampai-sampai nggak bisa disampaikan, he he he. Seperti Dimas Andrian dari SMAN 16 ini. Orangnya terkenal pelit kata-kata, tapi tangannya luwes banget kalau disuruh menggambarkan ”kalimat-kalimat”-nya.
Dimas memang dikenal sebagai anak yang pendiam kanca muda, tapi dia lebih terkenal lagi sebagai jago gambarnya sixteen, julukan SMAN 16 Surabaya. Baru-baru ini ia menyabet gelar juara Lomba Karikatur Anti Narkoba tingkat SMA Surabaya oleh BNN (Badan Narkotika Nasional). Prestasi membanggakan yang ia pertahankan dari tahun lalu, sebagai juara 1 juga.
Buat Dimas, menggambar bisa lebih banyak mewakili apa yang ingin diungkapkan ketimbang kata-kata. Jadi meskipun dia dianggap pendiam, justru menurutnya dia lebih banyak mengungkap perasaan dibanding teman-temannya. ”Katanya satu gambar bisa mewakili seribu kata, berarti aku lebih cerewet soalnya gambar, bukan ngomong,” ungkapnya kalem .
Bakat gambarnya ini memang sudah dimilikinya dari kecil, kanca muda. Tangannya luwes dan bisa menggambarkan apa yang ada dipikirannya“ Aku biasanya corat – coret dibuku gitu, bikin desain – desain yang sekiranya menarik, tapi ya tergantung mood juga sih mas, sapa tau ntar bisa jadi kenyataan “ ungkapnya. Gambar Dimas, cukuplah untuk mewakili kata-kata yang perlu disampaikannya.
Makanya, ketika disuruh ikut lomba menggambar karikatur oleh gurunya, Dimas senang bukan kepalang. Lomba yang baru saja dimenangkannya bertema soal narkoba. ”Narkoba kan bikin kecanduan, trus hidup susah. Ya udah aku gambar orang terlilit obat-obatan. Dan alhamdulilah kata guruku gambarku bisa bicara,” ujarnya. Optimis, Dimas mengumpulkan karya orisinilnya itu dan berhasil menang.
Selain menggambar, Dimas juga sedang menggandrungi dunia fotografi. Sesuatu yang berbau gambar, itulah dunia Dimas. Makanya nggak heran, cita-citanya kelak jadi seorang arsitek. Goresan yang sedikit lebih kaku ketimbang karikatur. ”Tapi tetap membutuhkan imajinasikan,” ujarnya.
Ke depan, Dimas mau memakai karunia bakat gambarnya ini untuk bekal bagi hidupnya. Biarlah kekurangannya sebagai orang yang lebih nyaman tidak banyak bicara, tercover oleh gambar-gambarnya, desain-desainnya, dan rancangan-rancangannya. ”Menggambar itu menyenangkan. Enjoy banget. Kalau sudah tahu hasilnya dan bagus, rasanya semangat lagi buat berkarya,” pungkasnya. (evan/puspita)
|